Nantinya, 10 calon pimpinan MPR itu akan dimusyawarahkan secara bersama-sama untuk memilih kandidat Ketua MPR siang ini. Selanjutnya, kandidat Ketua dan para pimpinan MPR itu akan dibawa ke Sidang Paripurna MPR untuk disahkan dan dilantik pada malam ini.
"Nanti hasilnya itu dimusyawarahkan siapa yang dipilih akan jadi ketua. Itu saja. Tapi tahulah orang yang ngomong ini kan bisa lima menit. Jadi enggak ada apa-apa. Pendeknya enggak ada bertengkar-tengkar," kata Abdul.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Golkar: Bambang Soesatyo
3. Gerindra: Ahmad Muzani
4. NasDem: Lestari Moerdijat
5. PKB: Jazilul Fawaid
6. Demokrat: Syarief Hasan
7. PKS: Hidayat Nur Wahid
8. PAN: Zulkifli Hasan
9. PPP: Arsul Sani
10. Kelompok DPD: Fadel Muhammad
Semua partai politik sudah mengusung nama calon pimpinan. Akan tetapi, sejauh ini, tinggal Golkar dan Gerindra yang paling ambisius mendapatkan kursi Ketua MPR. Mereka punya alasan masing-masing untuk dianggap patut memperoleh jabatan tersebut.
"Muzani untuk menggambarkan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa pasca Pilpres yang banyak menguras energi lahir dan batin, kini telah tiba masa di mana semua pihak membina kolaborasi politik tanpa meninggalkan checks and balances," ujar Riza di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (2/10).
Namun, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily tidak sepakat dengan asumsi tersebut. Menurutnya, kursi Ketua MPR harus menerapkan asas proporsionalitas. Dia tidak sepakat jika pimpinan parlemen harus mewakili kubu oposisi dan koalisi pemenang Pilpres 2019.
"Ini memang bukan soal keseimbangan partai. Tapi ini soal proporsionalitas di dalam menentukan siapa calon ketua MPR karena kita tahu Partai Golkar adalah partai pemenang kedua," kata Ace.
[Gambas:Video CNN] (rzr/bmw)