"Sore ini ada pesawat C130 jenis Hercules TNI AU yang membawa pengungsi dari Wamena, itu orang-orang dari Sumatera Barat. Jumlahnya ada 51. Perjalanan tadi pagi mulai dari Ambon, Makassar, kemudian ada yang turun di Bali, Malang, Iswahyudi, dan sekarang sudah sampai di Halim," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Fajar Adriyanto di Lanud Halim Perdanakusuma.
Fajar menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah mengevakuasi lebih dari empat ribu pengungsi. TNI AU sendiri mengerahkan tujuh pesawat untuk mengangkut para pengungsi dari Wamena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengungsi Wamena asal Sumatera Barat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma) |
"Kami dari Wamena pertama sekali setelah kejadian kami mengungsi selama 1 minggu di Kodim 1702. Setelah kami mengungsi selama satu minggu kemudian ada bantuan dari TNI AU sehingga kami dievakuasi ke Sentani. Kemudian dipulangkan melalui Hercules dari Sentani ke Biak. Dari Biak ke Ambon. Dari Ambon dan juga beberapa tempat transit hingga sampai ke Halim," kata Zulkifli.
"Kami sangat mengucapkan terima kasih baik kepada TNI dan Polri dan TNI AU yang telah memfasilitasi kami sampai kami dipulangkan dengan selamat," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Jika kondisi Wamena kembali kondusif, Zulkifli menyatakan tak menutup kemungkinan bagi masyarakat Minang kembali ke sana guna melanjutkan usaha berdagang.
"Ya pastinya (difasilitasi). Sekarang pun apabila nanti di kemudian hari masih berpikir ada kesempatan ternyata lebih baik di sana setelah konfliknya mereda, kita fasilitasi nanti," katanya.
"Ini semua sudah terintegrasi, ada BNPB masuk di sini, Kemensos, yang utamanya Polisi dan TNI di sini menjadi pelayan yang memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Arteria. (ryn/osc)
