Mahfud menyarankan Pemerintah untuk lebih berhati-hati menangani Papua. Banyak negara, kata Mahfud, siap menunggangi gerakan separatis untuk memisahkan Papua dari Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gerakan separatis, lanjut dia, saat ini sudah mulai mengarahkan perlawanan ke masalah antarsuku bangsa. Seperti kejadian di Wamena beberapa waktu belakangan.
"Apapun yang dilakukan dari keseluruhan perjuangan kita, maka perjuangan itu jangan sampai lepas dari nilai-nilai ideologi negara, jangan sampai lepas dari nilai-nilai perekat bangsa, yakni Pancasila," ujarnya.
Menurut dia aparat keamanan harus bertindak lebih manusiawi di Papua dan Papua Barat, dan mencegah konflik horizontal semakin melebar. Keamanan di Papua, kata Mahfud, harus ditegakkan bersama prinsip hak asasi manusia.
[Gambas:Video CNN]
Aksi unjuk rasa di Wamena, Papua, Senin (23/9) berujung kerusuhan. Sejumlah bangunan, termasuk Kantor Bupati Wamena dibakar. Bandara Wamena juga sempat berhenti beroperasi karena kejadian itu.
"Informasi sementara saat ini, mereka sekitar 600 orang sudah di Jayapura dan 200 orang masih di Wamena. Secara bertahap kita akan pulangkan sesuai keinginan mereka," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang, Rabu (2/10) seperti dilansir dari Antara. (dhf/wis)