Beberapa organisasi mahasiswa yang melakukan aksi ialah Himpunan Mahasiswa Kaimana (Himaka), Ikatan Mahasiswa se-Papua (Imasepa) dan Himpunan Mahasiswa Manokwari (Himawari). Salah satu perwakilan mengutarakan permohonan maaf kepada warga luar Papua yang tinggal di Wamena, atas akibat yang harus ditanggung dalam konflik di sana.
Para mahasiswa juga menyerukan perdamaian di Wamena dan Jayapura, Papua, yang beberapa hari terakhir dilanda kerusuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusuhan yang terjadi di Wamena pada Senin (23/9) menyebabkan 32 orang meninggal, 67 orang luka-luka dan ratusan rumah, ruko, serta kantor pemerintahan dibakar dan dirusak massa, termasuk kendaraan roda empat dan roda dua. Banyak penduduk dari daerah lain terpaksa meninggalkan Wamena karena merasa terancam.
Ketua Himpunan Mahasiswa Kaimana Moytuer Boymasa. (CNN Indonesia/ LB Ciputri Hutabarat) |
Moytuer berharap pemerintah dan aparat yang bertugas terus bergerak dan mengambil langkah yang tepat meredam konflik.
[Gambas:Video CNN]
"Kami berharap pemerintah mengambil keputusan yang tepat agar konflik di Papua segera tertangani dengan baik. Supaya saudara kita tidak lagi bermasalah dan yang enggak punya kesalahan tidak jadi korban," kata Moytuer.
Selain itu Moytuer meminta agar masyarakat di Wamena dan Jayapura bisa menghentikan konflik. Menurutnya konflik di Wamena dan Jayapura tidak memiliki dampak positif dan hanya menimbulkan korban. (ctr/wis)
Ketua Himpunan Mahasiswa Kaimana Moytuer Boymasa. (CNN Indonesia/ LB Ciputri Hutabarat)