Jumlah pengungsi yang terdata sebanyak 62 jiwa, meliputi dua anak-anak serta seorang bayi dan selebihnya orang dewasa. Setibanya di Tanjung Perak mereka langsung ditangani petugas di Terminal Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak.
"Pascakerusuhan di Wamena kami dievakuasi menggunakan pesawat Hercules, sebelum akhirnya dibawa menuju ke Surabaya menggunakan KM Ciremai," ujar Eli Fadilah, salah seorang pengungsi, dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puluhan pengungsi tersebut merupakan warga Jawa Timur yang mayoritas telah tinggal di Wamena selama lebih dari lima tahun.
Sementara itu Pemerintah Provinsi Aceh masih terus memfasilitasi pemulangan warganya yang merantau ke Papua setelah kerusuhan yang terjadi di Wamena.
"Kami diperintahkan oleh gubernur Aceh, dimana pun warga Aceh yang merantau (di Papua) jika ingin pulang ke Aceh karena trauma, kami akan memfasilitasinya," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Alhudri, di Banda Aceh.
Hingga saat ini, kata Alhudri, jumlah masyarakat Aceh yang merantau ke Papua yang sudah dipulangkan ke Aceh sudah mencapai delapan orang.
Jumlah tersebut kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada beberapa warga yang merantau menyatakan diri untuk pulang dan minta difasilitasi.
"Untuk Senin besok, akan ada tiga orang warga Aceh yang isterinya berasal dari Sulawesi, akan dipulangkan dari Papua ke Makassar," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Pemerintah Provinsi Aceh juga mengimbau masyarakatnya yang berada di tanah Papua agar tidak perlu lagi khawatir dengan kondisi terkini di daerah itu. Hal itu tak lepas dari situasi keamanan yang sudah benar-benar kondusif dan sudah mulai pulih.
Sedangkan di Papua, sejumlah warga Aceh yang bekerja dan merantau kini mulai mengumpulkan data diri agar memudahkan komunikasi sesama warga perantau.
"Kami sedang mengupayakan pembuatan data, karena sampai saat ini belum ada paguyuban (organisasi) warga Aceh di Papua," kata perwakilan perantau asal Aceh di Jayapura, Afrizal Abdul Rasyid.
Menurutnya, saat ini ada sekitar lebih dari 100 warga Aceh di Jayapura sejak beberapa tahun terakhir. Mereka merantau dengan beranekaragam profesi di antaranya seperti aparatur sipil negara (ASN), dokter, wirausaha serta pekerjaan lainnya. (antara/osc)