Setelah mengalami kebocoran, Kapal dengan tujuan Weda, Halmahera Tengah, tersebut ditarik dan dilabuhkan sementara di Teluk Cobo, Tidore, yang terkenal dengan terumbu karangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selian itu, kata dia, warga sekitar yang rata-rata memiliki mata pencaharian sebagai nelayan sudah empat hari ini tak bisa memancing di Teluk Cobo karena keberadaan kapal tersebut. Bahkan, ada beberapa keramba milik warga yang lokasinya amat dekat dengan titik parkir tongkang.
"Kapal ini parkir di teluk sudah empat hari yang lalu. Lokasi kapal berlabuh itu sangat kami jaga terumbu karangnya dan sangat dekat dengan keramba milik warga. Kalau karang rusak pertanggungjawabannya seperti apa?" ujar Ishak saat ditemui CNN Indonesia.com di Kelurahan Cobo, Senin (7/10).
"Harapan kami sebagai warga di sini agar kapal ini segera dievakuasi secepatnya karena sangat mengganggu," tambahnya.
Saat dikonfirmasi, Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore mengaku baru tahu keberadaan kapal bocor di Teluk Cobo.
Pihaknya juga mengaku belum mengetahui nama perusahaan pemilik kapal tongkang tersebut. Namun demikian, Dinas tetap menyoroti keresahan masyarakat akibat kerusakan karang.
"Perlu diketahui bahwa di lokasi tersebut terdapat terumbu karang yang bagus dan ada keramba yang cukup dekat dengan badan kapal sehingga sangat mengancam lingkungan setempat. Kalau sudah ada terumbu karang yang rusak tentu membutuhkan waktu ratusan tahun untuk kehidupan karang tersebut," tuturnya.
(shr/arh)