"Masih banyak waktu yang bisa diberikan untuk berunjuk rasa. Gedung parlemen terbuka bagi siapa saja untuk menyampaikan aspirasinya. Tapi jangan di hari yang sakral itu. Karena melantik pemimpin kita 5 tahun ke depan," kata Bamsoet, sapaannya, di Kompleks Perumahan Widya Chandra, Jakarta, Selasa (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena ada gangguan sedikit saja akan membuat nama kita rusak di dunia internasional," kata dia.
Usul Minggu Sore
Politikus Golkar ini juga mengusulkan agar pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin bisa dijadwalkan ulang pada Minggu (20/10) sore hari ketimbang digelar pada Minggu pagi.
"Kalau [Minggu] pagi akan mengganggu saudara-saudara kita yang olahraga dan beribadah pada pagi harinya, makanya kami usulkan untuk diundur sore hari jam 4 sore," katanya.
Sebanyak 27 ribu personel gabungan Polri-TNI disiagakan untuk menjaga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.
[Gambas:Video CNN]
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra mengatakan pengamanan akan dilakukan di seluruh Indonesia.
"Polri menyiapkan 27 ribu personel terdiri dari TNI, Polri, Pemerintah Daerah dan beberapa instansi terkait," ujar Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (7/10). (rzr/wis)