Kabar yang beredar, Golfried mengalami kecelakaan di fly over Jamin Ginting. Namun, sejumlah pihak, termasuk Walhi Sumut menilai ada yang janggal dari peristiwa itu. Sebab, luka-luka pada tubuh korban tak menandakan bekas kecelakaan tetapi bekas penganiayaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sejauh ini polisi sudah bekerja dan terus berusaha mengungkapnya. Begitu kejadian, polisi melacak pemilik sepeda motor yang dipakai korban, dari situlah polisi tahu identitasnya. Karena sebelumnya tidak ada identitas, dan tidak ada yang mengetahui kejadian yang dialami korban," jelasnya.
"Penyidik mendalami siapa yang mengantarkan korban ke rumah sakit. Sayangnya pihak rumah sakit tempat sebelumnya korban diantar (RS Mitra Sejati), tidak mencatat identitas orang yang mengantarkan korban," terangnya.
Untuk mempercepat proses pengungkapan, ia mengimbau kepada siapapun yang bisa memberikan keterangan atau bukti-bukti tambahan supaya dapat memberitahukan ke polisi.
[Gambas:Video CNN]
"Untuk jenazah korban juga sudah diautopsi tadi malam. Tapi kalau itu hasilnya itu, wewenang penyidik," ujarnya.
Kemudian Golfrid dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan. Di sana ia sempat menjalani operasi. Namun korban mengembuskan nafas terakhir pada Minggu (6/10) sekitar pukul 15.30 WIB. Polisi langsung bergerak cepat mengusut kasus ini. Tim berhasil membujuk keluarga korban untuk autopsi jenazah. (fnr/wis)