Selama kurang lebih 2,5 jam, Puan meninjau sejumlah titik dengan didampingi tiga orang wakilnya yaitu Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, serta Rachmat Gobel. Sedangkan satu wakilnya yang lain, Muhaimin Iskandar, absen karena disebut tengah sibuk menyelesaikan pekerjaan lain.
Lihat juga:Puan: DPR Bukan Tukang Stempel Pemerintah |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu bertolak menuju Posko Pasukan Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) yang terletak di dekat gerbang utama Kompleks DPR dengan mengendarai sebuah mobil buggy.
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon) |
"Terima kasih kepada seluruh anggota yang selalu stand by menjaga DPR, sehingga pelantikan pada 1 Oktober kemarin berjalan dengan lancar dan mulus," kata Puan.
Ia pun meminta aparat TNI dan Polri tetap bersemangat melaksanakan tugas pengamanan sampai dengan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober, agar acara kenegaraan tersebut bisa berjalan aman serta kondusif.
Para pimpinan DPR ini masuk ke Ruang Badan Musyawarah, di mana Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya Brigadir Jenderal Wahyu Hediningrat tengah memberikan arahan kepada sejumlah anggotanya.
Dalam pidatonya, Puan berjanji lebih memperhatikan makanan untuk aparat keamanan. Dia bergurau tak ingin para aparat yang bertugas di DPR pulang dengan kondisi tubuh yang kurus.
[Gambas:Video CNN]
"Tadi saya ke pos TNI, saya lihat nasinya kecil sekali. Saya sampaikan ke wakil-wakil saya, ini harus ada solusi. Jangan sampai pasukan ini pulang dari DPR jadi kurus," katanya.
Puan dan rombongan kembali bergerak menuju titik lain hingga akhirnya mengakhiri peninjauannya di kantin atau yang dikenal sebagai Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera).
Di tempat yang dipenuhi berbagai penjual makanan ini, Puan dan rombongannya bersantap siang dengan menu nasi tongseng sapi dan sate ayam.
"Ini salah satu menu favorit saya. Sengaja makan di Pujasera karena pengen lihat suasananya seperti apa, makanannya enak enggak," kata dia.
(mts/arh)
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (