"Luas yang terbakar kurang lebih 15 hektare, diperkirakan akan bertambah 5 hektare dikarenakan serasah yang tebal, lokasi yang curam dan berbatu, sulit dijangkau, dan berbahaya," kata Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan, Selasa (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para petugas yang berusaha memadamkan api menggunakan sejumlah peralatan manual seperti mesin rumput, gergaji mesin, cangkul, parang, dan arit.
Asap masih membumbung di area kabakaran di Kawah Putih. (ANTARA FOTO/Novrian Arbi) |
Berdasarkan perkembangan penanganan kebakaran lahan hingga pukul 14.15 WIB, di Pos Sunan Ibu, api sudah berhasil dipadamkan. Sedangkan di Pos Cipanganten, api sudah terlokalisasi.
"Untuk Pos Sunan Rama sisa asap 20 persen dan dilakukan pembuatan sekat bakar serta pemadaman," ujar Indra.
"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara kebakaran terjadi karena puntung rokok. Sampai saat ini, kebakaran ditaksir sudah menghanguskan lahan kurang lebih seluas 15 hektare," kata dia, dikutip dari Antara.
Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, kebakaran di kawasan Kawah Putih terjadi sejak Senin (7/10) sekitar pukul 14.00 WIB dengan titik awal api diduga berada di kawasan Sunan Ibu.
[Gambas:Video CNN]
Menurut Supriyatno, api yang membakar area di kawasan Kawah Putih belum bisa dipadamkan dan angin membuat kebakaran meluas. Petugas membuat parit dan melakukan penyiraman agar api tidak merembet ke area lain.
"Sulit untuk memadamkan api di daerah pegunungan. Angin yang besar dan sulit diprediksi arahnya membuat area kebakaran semakin luas. Maka itu, pemadaman paling efektif menggunakan helikopter yang membawa air dalam jumlah besar," katanya.
Namun Supriyatno memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
(hyg/arh)
Asap masih membumbung di area kabakaran di Kawah Putih. (