Kepala Dinsos Jabar Dodo Suhendar mengatakan pemulangan tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan warganya yang terdampak kerusuhan Wamena.
Dia merinci warga tersebut berasal dari Kabupaten Garut sebanyak 18 orang, Kab. Majalengka (2 orang), Kab. Sukabumi (6), Kota Bandung (4), Kab. Bandung (5), Kab. Kuningan (2), Kab. Tasikmalaya (6), Kab. Sumedang (8), Kab. Subang (8), Kab. Purwakarta (3), Kota Bogor (4), dan Kab. Indramayu (3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembakaran dan penjarahan di Wamena, Papua, 23 September, disebut dilakukan bukan oleh warga lokal. (AP Photo) |
Rencananya, kedatangan rombongan khususnya warga Jabar yang memilih pulang dari Papua itu akan disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar dan pejabat dinas/lembaga terkait.
Setelah itu, akan dilakukan seremoni penyerahan warga oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada Dinsos kabupaten/kota di Gedung Pakuan pada Rabu (9/10) pukul 19:30 WIB.
Hingga akhirnya, 69 warga Jabar tersebut diantarkan menuju kabupaten/kota masing-masing dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.
[Gambas:Video CNN]
"Adapun biaya tiket penerbangan untuk pemulangan 69 warga Jabar dari Papua ini diberikan melalui donasi dari Baznas Provinsi Jabar (untuk 54 warga) dan Daarut Tauhid Peduli (untuk 15 warga)," ujarnya.
Saat ini, kata Dodo, warga Jabar tersebut dalam kondisi sehat dan telah mendapat pemeriksaan kesehatan dari Baznas Papua.
(hyg/arh)
Pembakaran dan penjarahan di Wamena, Papua, 23 September, disebut dilakukan bukan oleh warga lokal. (