Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan selain mengunjungi para pengungsi Wamena dan Ilaga, Hadi dan Tito juga dijadwalkan menggelar pertemuan dengan jajaran Forkopimda Mimika guna membahas situasi keamanan di wilayah Timika dan sekitarnya, dikutip dari Antara.
Hingga kini jumlah pengungsi Wamena dan Ilaga yang masih bertahan di Timika sebanyak 128 orang, terdiri atas pengungsi warga asal Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 119 orang dan sembilan orang lainnya pengungsi asal Pulau Jawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
John, panggilan karib Johannes, menambahkan semua pengungsi dari Wamena dan Ilaga tertangani dengan baik oleh keluarga maupun kelompok paguyuban dan kerukunan suku-suku yang ada di Timika.
Adapun selanjutnya apakah para pengungsi tersebut akan kembali ke Wamena dan Ilaga, menurut John, hal itu sepenuhnya tergantung dari para pengungsi sendiri maupun pemerintah daerah Jayawijaya dan Puncak.
[Gambas:Video CNN]
"Kami tinggal menunggu informasi dari Pemkab Jayawijaya dan Pemkab Puncak termasuk Pemprov Papua bagaimana nasib para pengungsi ini, apakah mereka mau dipulangkan ke Wamena dan Ilaga," kata John.
"Yang jelas, tugas kami sebagai tuan rumah yaitu selama mereka mengungsi di Timika mereka tidak kekurangan dalam hal makan, pakaian dan kesehatan. Kami juga memberikan penampungan yang baik kepada mereka," ujar mantan Kadishubkominfo Mimika itu.
Apalagi pada 2020 Mimika dipercayakan untuk menggelar sejumlah kegiatan berskala regional dan nasional yaitu Pesta Paduan Suara Gerejawi/Pesparawi se Tanah Papua (diikuti 42 kabupaten/kota) pada 12 Juni-22 Juni, PON XX pada 20 Oktober-2 November, serta Sidang Sinode Gereja Kingmi se-Papua. (antara/osc)