Mereka memohon kepada aparat diberikan kesempatan untuk merapat ke Istana. Mereka bercerita sudah berkorban untuk menyampaikan aspirasi ke Jokowi.
"Kami cuma mau ke Istana, Istana milik kami. Kami mau ketemu Pak Presiden yang selama ini kami cuma lihat di TV. Kami ngutang, Pak, ke sini. Yang punya kambing, jual kambing," kata orator Lucius Sugianto, petani dari Kediri, di atas mobil komando.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak ibu, kalau ada yang anarkis, tangkap saja. Saya pastikan itu bukan petani. Saya tidak mau perjuangan suci ini dirusak pihak yang mau mengadu domba kita," ucapnya.
Di antaranya, mereka mendukung penuh pelantikan Presiden Joko Widodo. Mereka juga mendukung Jokowi melaksanakan perhutanan sosial di Indonesia, melalui ijin pemanfaatan hutan perhutanan sosial (IPHPS).
Kaum petani pun menuntut penyerahan SK IPHPS sebanyak kurang lebih 8.800 hektare di Jawa Tengah, percepatan verifikasi 61 usulan Gerakan Masyarakat Perhutanan Sosial Indonesia seluas 49.262 hektare.
Petani juga meminta Jokowi Membentuk badan khusus di bawah presiden untuk melakukan percepatan redistribusi areal perhutanan sosial di Indonesia dan penataan produksi pasca SK.