"Sudah lama kami enggak pernah melihat dia lagi. Tapi setahu kami dia itu orangnya baik. Rajin beribadah dan ramah pada setiap orang," kata salah satu warga, Ismawati, di depan rumah kakak ipar Syahrial, di Medan, Kamis (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia tinggal di rumah itu bersama kedua anak perempuannya, Ratu dan Raya. Namun, rumah Syahrial tergusur karena proyek pembangunan jalan tol pada 2016 dan 2017. Setelah itu, tetangga tak mengetahui lagi keberadaaan mereka. Akan tetapi, Syahrial masih memiliki keluarga di Medan.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah personel polisi dari Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan mendatangi rumah di Jalan Alfaka 5, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, itu. Rumah itu merupakan tempat tinggal kakak ipar Syahrial.
Ismawati sendiri mengaku kaget mendengar kabar itu. Apalagi sampai rumah kakak ipar Syahrial didatangi polisi.
"Memang orangnya tertutup. Tapi dia baik sama tetangga, suka menolong orang. Baik lah pokoknya," papar dia.
"Setelah saya lihat data-data ternyata memang benar dia pernah menjadi warga di sini. Tapi setelah itu saya enggak tahu kabarnya. Makanya saya kemari untuk mencari informasi," ucap Rizaldi.
(fnr/arh)