Warga Sebut Terduga Penusuk Wiranto Baik dan Pendiam

CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 17:05 WIB
Warga di Medan menyebut salah satu terduga pelaku penusukan terhadap Wiranto, SA, pendiam, rajin beribadah, dan baik kepada tetangga. Polisi mendatangi rumah kakdari ipar terduga penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Medan hari ini. (CNN Indonesia/Farida Noris)
Medan, CNN Indonesia -- Salah satu terduga pelaku penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Syahrial Alamsyah (SA), disebut sebagai orang yang pendiam, rajin beribadah, dan baik oleh warga sekitar.

"Sudah lama kami enggak pernah melihat dia lagi. Tapi setahu kami dia itu orangnya baik. Rajin beribadah dan ramah pada setiap orang," kata salah satu warga, Ismawati, di depan rumah kakak ipar Syahrial, di Medan, Kamis (10/10).

Sebelumnya, Wiranto ditusuk saat menghadiri acara di Alun-alun Menes, Desa Purwareja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Ia terluka di bagian perut bawah. Polisi menyebut pelaku ada dua orang, yakni SA dan FA, merupakan sepasang suami isteri.


Dari penelusuran CNNIndonesia.com, pria ini pernah tinggal di Jalan Alfaka 6, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara.

Dia tinggal di rumah itu bersama kedua anak perempuannya, Ratu dan Raya. Namun, rumah Syahrial tergusur karena proyek pembangunan jalan tol pada 2016 dan 2017. Setelah itu, tetangga tak mengetahui lagi keberadaaan mereka. Akan tetapi, Syahrial masih memiliki keluarga di Medan.

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, sejumlah personel polisi dari Polda Sumut dan Polres Pelabuhan Belawan mendatangi rumah di Jalan Alfaka 5, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara, itu. Rumah itu merupakan tempat tinggal kakak ipar Syahrial.

Ismawati sendiri mengaku kaget mendengar kabar itu. Apalagi sampai rumah kakak ipar Syahrial didatangi polisi.

"Memang orangnya tertutup. Tapi dia baik sama tetangga, suka menolong orang. Baik lah pokoknya," papar dia.

Kepala Lingkungan V Rizaldi membenarkan Syahrial sempat menjadi warganya. Dia sempat tinggal di Jalan Alfaka 6, Berjarak satu blok dari rumah kakak iparnya yang saat ini didatangi polisi.

"Setelah saya lihat data-data ternyata memang benar dia pernah menjadi warga di sini. Tapi setelah itu saya enggak tahu kabarnya. Makanya saya kemari untuk mencari informasi," ucap Rizaldi.

(fnr/arh)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK