Hal ini dikatakannya terkait Partai Gerindra, yang merupakan partai oposisi di Pilpres 2019, yang mengincar kursi Menteri Pertanian pada kabinet Jokowi periode kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski Jokowi mengontrol penuh, Amran menilai bahwa presiden adalah sosok yang memberi kepercayaan serta kebebasan kepada para menterinya dalam mengambil keputusan demi kebaikan masyarakat.
Terkait keinginan Gerindra, Amran mengaku tidak bisa berkomentar banyak. Pasalnya, itu merupakan hak prerogatif Presiden.
"Jangan ditanya lah bukan kewenangan. Kami ini pembantu presiden kami hanya tahu kerja. Hobi kami kerja," klaim Amran.
"Kami tidak boleh mempermasalahkan karena itu hak prerogatif. Kami mau mempermasalahkan, kalau presidennya berkenan bagaimana? Semuanya kembali ke presiden. Kami berkenan, kalau presidennya tidak berkenan tidak terjadi juga," kata dia, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).
Wakil Ketua MPR itu pun meyakini bahwa Jokowi telah menyiapkan nama-nama yang akan menduduki kursi menteri di kabinetnya mendatang.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan partainya kemungkinan akan diberikan jatah kursi Menteri Pertanian (Mentan) di kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Menurutnya, kursi Mentan kemungkinan akan diberikan bila konsep ketahanan pangan yang pernah disampaikan oleh Gerindra diterima oleh Jokowi.
(frd/mts/arh)