Tuntutan permintaan maaf itu disampaikan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (Himpasiling UI). Mereka menilai anggota DPR Dapil 6 Jawa Timur itu bertindak kasar, tak beretika, dan tanpa berbudi pekerti luhur.
"Meminta maaf atau kami minta PDIP untuk melakukan PAW (pergantian antarwaktu) terhadap Arteria," tulis pernyataan Himpasiling UI, dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengecam Arteria yang telah menyatakan Profesor Dr Emil Salim sesat," lanjut pernyataan tersebut.
Jika tuntutan permintaan maaf itu tak disampaikan, Himpasiling UI akan menuntut PDIP untuk segera melakukan pergantian antarwaktu atas Arteria.
CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasi langsung ke narahubung Himpasiling UI, Divo Ario. Divo mengonfirmasi lewat surel mengenai rilis pihaknya tersebut. Ia pun membenarkan rilis sikap yang dilayangkan Himpasiling UI. Namun, ia enggan memberikan komentar dan jawaban lain lewat telepon, kecuali surel.
Seperti diketahui, Arteria menjadi sosok yang paling banyak dibicarakan pengguna Twitter. Sosok Arteria dan Emil pada Kamis (10/10) pagi menjadi trending topik Twitter Indonesia.
Prof Dr Emil Salim. (CNN Indonesia/ Safir Makki) |
"Nggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu nggak?" kata Arteria sambil membetulkan posisi duduknya. Arteria tampak setengah berdiri sembari menghadap ke arah Emil.
"Tiap tahun menyampaikan laporan," ujar Emil.
"Mana Prof, saya di DPR, Prof. Nggak boleh begitu Prof, saya yang di DPR saya yang tahu, mana, Prof sesat, ini namanya sesat," kata Arteria memotong pernyataan Emil dengan menunjuk-tunjuk ke arah Emil.
[Gambas:Video CNN]
Dikonfirmasi mengenai perdebatannya tersebut, Arteria bahkan kembali meminta Emil menarik seluruh ucapan yang disampaikan terkait dengan revisi Undang-undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK). Menurutnya, Emil harus membaca dulu seluruh poin di dalam UU KPK hasil revisi dengan baik, lalu memahami fakta hukum serta sosial yang dituangkan.
"Bicara sesuai keahlian saja. Beliau ekonom, tapi bicara seolah-olah ahli hukum," kata dia.
Akibat sikap Arteria, warganet merasa geram dan mengatakan ia sebagai sosok yang tidak sopan dan tidak memiliki etika. Warganet juga menyayangkan sikap Arteria yang arogan dan tidak meminta maaf kepada Emil kendati acara bincang-bincang telah berakhir.
Prof Dr Emil Salim. (CNN Indonesia/ Safir Makki)