Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, dua terduga pelaku penusukan, SA dan FD terkait dengan jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee.
Sejumlah anggota jaringan ini menurut Dedi sudah ditangkap di beberapa daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Bali, dua tersangka yang ditangkap bahkan tengah mempersiapkan aksi teror atau amaliah.
Densus 88 saat ini menurut Dedi masih mendalami kasus-kasus tersebut. Densus 88 juga terus mengejar otak di balik kelompok-kelompok teror tersebut.
Dedi mengatakan tindakan tersebut dilakukan agar kegiatan nasional yang akan dihelat beberapa pekan ke depan tidak terganggu.
Dedi tak mengatakan detail perihal kegiatan nasional tersebut. Namun pada 20 Oktober mendatang akan dilantik pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo - Ma'ruf Amin.
Kemarin Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mengatakan penusukan Wiranto itu memang terkait dengan agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
"Kami sudah mendeteksi menjelang pelantikan memang ada rencana-rencana seperti itu dari JAD, sehingga harus kita tingkatkan kewaspadaan kita," kata Budi di RSPAD Gatot Soebroto saat membesuk Wiranto.
Meski BIN telah mendeteksi, namun kata BG, aparat kesulitan melacak kepastian rencana aksi. Sebab JAD bergerak dalam bentuk sel-sel kecil.
Terkait pelaku, SA, BIN menurut Budi memantaunya selama tiga bulan terakhir. SA menurutnya kerap berpindah-pindah dari mulai Kediri, Bogor, sebelum akhirnya ke Menes, tempat ia menusuk Wiranto.
[Gambas:Video CNN]
(fey/sur)