Penuntutan permohonan maaf dibuat menyusul tindakan Arteria yang dinilai mencederai martabat seorang guru besar Profesor Emil Salim dalam acara diskusi Mata Najwa, beberapa waktu lalu.
Dilansir CNNIndonesia.com, Sabtu (12/10), pukul 14.00 WIB, petisi telah ditanda tangani lebih dari 11 ribu orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat menyayangkan karena menilai tindakan ini adalah tindakan yang amoral dan tidak memiliki sopan santun karena tindakan dan perkataan anggota dewan tersebut melecehkan marwah dan martabat seorang guru/pendidik/akademisi yang seharusnya dicontoh dan diteladani," tulis akun Universitas Indonesia.
Tak wakili lembaga
Saat dikonfirmasi, Kepala Kantor Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti, lembaran dalam petisi tersebut tidak mewakili Universitas Indonesia secara kelembagaan. Menurutnya petisi tersebut dibuat oleh sekelompok mahasiswa S3 UI.
Sebelumnya, tuntutan permintaan maaf juga disampaikan lembaga yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (Himpasiling UI). Mereka menilai anggota DPR Dapil 6 Jawa Timur itu bertindak kasar, tak beretika, dan tanpa berbudi pekerti luhur.
"Meminta maaf atau kami minta PDIP untuk melakukan PAW (pergantian antarwaktu) terhadap Arteria," tulis pernyataan Himpasiling UI, dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (10/10).
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Arteria Dahlan menanggapi santai tuntutan. Ia juga menyebut tuntutan permohonan maaf itu terbalik jika dialamatkan pada dirinya.
"Kebalik dong," kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari PDIP tersebut lewat pesan singkat, Jumat (11/10).