Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengatakan bahwa Indonesia membutuhkan partai politik yang bisa menjadi penyeimbang serta melaksanakan fungsi kontrol.
Namun jika semua partai politik mengambil posisi mendukung pemerintah, maka kelompok parlemen jalanan seperti aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa atau sejumlah elemen masyarakat beberapa waktu lalu berpotensi lahir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menerangkan bahwa partai oposisi dibutuhkan untuk menjadi penyeimbang serta melaksanakan fungsi kontrol terhadap pemerintahan.
Jokowi dan Prabowo sama pandangan
Terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa Jokowi dengan ketua umum partainya, Prabowo Subianto, memiliki pandangan yang sama dalam membangun Indonesia ke depan.
Menurutnya, kesamaan pandangan itu terlihat dalam pertemuan yang berlangsung antara Jokowi dan Prabowo di Istana Negara pada Jumat (11/10).
"Ada kesamaan pandang Jokowi dengan Prabowo, bagaimana ke depan kita harus bersatu untuk membangun bangsa," katanya.
Menurutnya, Gerindra memahami dan mengerti harapan dari partai politik di koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf dalam menyikapi isu Gerindra akan bergabung.
Berangkat dari itu, kata Riza, partainya menyerahkan keputusan dalam menentukan apakah Gerindra akan diterima untul bergabung atau tidak kepada Jokowi sebagai pemilik hak prerogatif.
Menurutnya, Gerindra siap mengambil posisi di luar atau dalam pemerintahan selama tetap bisa berjuang, bekerja, dan berkontribusi yang baik bagi kepentingan bangsa dan negara.
"Sepenuhnya kami serahkan pada Jokowi dan Ma'ruf yang memiliki program dan kewenangan tentang pemerintahan ke depan yang baik," katanya. (mts/stu)