Gubernur Pertama Jawa Timur yang akrab disapa Gubernur Soerjo tersebut menjabat sebagai Gubernur pada rentang periode tahun 1945 - 1948. Sebelumnya, dia menjabat bupati di Magetan dari tahun 1938 hingga tahun 1943.
Khofifah datang sekitar pukul 09.00 WIB ditemani Bupati Magetan dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur. Setibanya di kompleks makam, upacara ziarah digelar dengan diawali pembacaan sejarah singkat Gubernur Soerjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini (ziarah) bagian dari cara kami sebagai generasi penerus menghargai dan menghormati jasa dan keteladanan para pendahulu bangsa. Gubernur Soerjo adalah peletak dasar pondasi Jawa Timur sebagai sebuah provinsi di Indonesia," ungkap Khofifah di Kompleks Makam Gubernur Suryo, Magetan.
Namun, lanjut Khofifah, Gubernur Soerjo berani menolak mentah-mentah ultimatum tersebut dan memilih berperang melawan sekutu. Sekian waktu berlalu, tanggal 10 November lantas diperingati sebagai Hari Pahlawan.
"Gubernur Soerjo telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional dan namanya pun diabadikan sebagai nama jalan utama didepan Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya," imbuhnya.
Khofifah berharap, seluruh rakyat Jawa Timur, khususnya generasi muda dapat meneladani dan mencontoh aksi pemberani dan heroik Gubernur Soerjo, tentunya sesuai konteks situasi kekinian bangsa.
"Di era sekarang ini, ada perang yang lebih dahsyat dan mempunyai efek lebih menghancurkan ketimbang perang zaman dulu yakni cyber war dan trade war. Ini yang harus kita antisipasi bersama. Terutama anak-anak muda," tuturnya.
Khofifah mengatakan, ziarah ke Makam Gubernur Soerjo merupakan bagian dari rangkaian perayaaan HUT Jawa Timur ke 74. Puncak HUT Jatim sendiri yakni pada tanggal 12 Oktober.
Pesta rakyat untuk Puncak perayaan HUT Jatim yang akan ditayangkan di CNN Indonesia (Transmedia) secara Live yang diisi berbagai panggung hiburan dan stan makanan yang disajikan secara gratis untuk masyarakat umum.