Hal itu ia sampaikan merespons pertemuan Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara beberapa waktu lalu.
"Biarkan mereka rekonsiliasi, tapi demi Allah kita tak boleh rekonsiliasi dengan siapapun," kata Slamet di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, Minggu (13/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Slamet bercerita bahwa pihaknya sudah tak pernah berkomunikasi lagi dengan Prabowo sejak sidang perselisihan hasil Pilpres diketuk oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
[Gambas:Video CNN]
PA 212 merupakan salah satu kelompok Islam yang aktif mendukung Prabowo saat Pilpres 2019. Selain PA 212, kelompok Islam lain yang mendukung Prabowo saat itu adalah FPI dan GNPF Ulama.
"Sejak penetapan MK sampai saat ini tidak pernah ada komunikasi dengan Prabowo, kita tak pernah diajak bicara, kita enggak pernah diajak musyawarah lagi. Kita sesuai hasil ijtima ulama IV itu yang kita pegang, tak ada rekonsiliasi," kata dia.
Sebelumnya, Prabowo memenuhi undangan Presiden Jokowi untuk bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (11/10).
Jokowi menyebut telah membicarakan tiga hal dengan Prabowo. Pertama masalah ekonomi, kedua pemindahan ibu kota, dan peluang Gerindra bergabung dalam koalisi pemerintah.
Terutama mengenai soal koalisi, Jokowi menyatakan belum ada keputusan akhir. Ia mengaku masih perlu membahas lebih lanjut soal kemungkinan partai besutan Prabowo itu masuk dalam koalisinya.
Lihat juga:Prabowo Akan Bertemu Surya Paloh Malam Ini |