Dahnil menegaskan, sejumlah silaturahim yang dilakukan Prabowo tak lebih membicarakan arah bangsa ke depan. Kebanyakan yang dibicarakan, kata Dahnil, adalah pandangan Prabowo dalam membangun Indonesia.
"Tidak (minta dukungan). Ini kan ibarat upaya Pak Prabowo menyampaikan pesan mari kita pastikan Indonesia terjaga dan dijaga dengan baik," kata Dahnil melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Dahnil juga menyebut hingga saat ini Prabowo belum memutuskan sikap politik dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Prabowo kata dia, memang belum mengambil keputusan soal posisinya nanti apakah akan tetap oposisi atau berkoalisi.
"Yang jelas beliau ingin total bekerja bagi kepentingan merah putih. (Soal sikap politik) Tergantung besok, beliau mendengarkan dari para kader dan akan menyampaikan pidato," katanya.
Safari politik dilakukan Prabowo Subianto ke sejumlah petinggi parpol koalisi jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019. Prabowo bertemu Jokowi empat mata di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10).
Dalam pertemuan yang berlangsung hampir satu jam itu, keduanya turut membicarakan masalah ekonomi. Prabowo Subianto mengaku siap membantu Presiden Jokowi dalam pemerintahan lima tahun ke depan jika diperlukan.
Usai pertemuan tersebut, Prabowo kembali bersilaturahim dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, Minggu (13/10). Dalam salah satu ikhtisar pertemuan, mereka bersepakat untuk mendorong amendemen Undang-undang Dasar 1945 (UUD 1945) secara menyeluruh yang menyangkut tentang tata kelola negara Indonesia ke depannya.
Terakhir, Prabowo menemui Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Senin (14/10). Tak diungkap substansi pertemuan, kepada wartawan kedua petinggi tersebut mengaku hanya membicarakan persoalan bangsa dan langkah pembangunan dalam lima tahun mendatang.