Dedi menjelaskan dua terduga teroris di Bandung ini berencana melakukan aksi dengan senjata tajam, bukan menggunakan bom.
"Yang di Bandung dan Cirebon memang terorganisir. Tapi yang di Bandung menggunakan senjata tajam dan senapan angin," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditemukan juga beberapa botol yang sedang didalami isi kandungannya. Beberapa bahan kimia masih didalami," ujar dia.
"JAD Bandung sasarannya anggota kepolisian dan Mako Bandung serta tempat ibadah," kata Dedi.
Dedi mengatakan ditinjau dari persiapannya, di Cirebon dan Jogja lebih struktural dan biasanya menggunakan bom. Mereka juga dipersilakan melakukan amaliyah di manapun dengan sasaran utama thogut.
"Kalau di Cirebon terstruktur dengan pengantin, di Jogja juga, di Sulteng juga terkait MIT terstruktur mempersiapkan bom," katanya.
Jaringan teroris yang ditangkap polisi sejak insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang pada 10 Oktober 2019 kini menjadi 27 orang. Mereka di antaranya ditangkap di Lampung, Jakarta, Bekasi, Jambi, Jateng, Sulteng, Sulut dan Bali.
Dedi mengatakan aksi keduanya tidak ada hubungan dengan pelantikan presiden pada 20 Oktober mendatang. Polisi sudah memitigasi kemungkinan pergerakan yang akan terjadi.
"Tidak ada keterkaitan dengan penggagalan proses pelantikan presiden. Mereka belum ditemukan jejak upaya amaliyah di pelantikan presiden," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (pmg)