Kepala PVMBG Kasbani mengatakan berdasarkan pemantauan pihaknya aktivitas vulkanik gunung ini cenderung menurun. Baik itu berdasarkan catatan visual, maupun data seismik dan deformasi.
"Kita lihat sekarang embusan asap yang sebelumnya sempat tinggi dan ada abunya sekarang sudah menurun. Mungkin sudah di bawah bibir kawah. Data deformasi juga menurun," ujar Kasbani ditemui di kantornya, Bandung, Rabu (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harapkan ini stabil menurun terus. Kalau demikian kondisinya terus menerus turun, kita bisa menurunkan statusnya ini dan sekarang dalam evaluasi kami," ucapnya.
Lihat juga:Indonesia Miliki 127 Gunung Api Aktif |
Oleh karena itu, kata Kasbani, belum ada perubahan status dari kondisi gunung dengan ketinggian sekitar 2.084 mdpl tersebut.
"Sampai sekarang masih level 2 atau Waspada, dengan radius aman 1,5 kilometer. Jadi di luar radius tersebut aman," kata Kasbani.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu seperti dilansir Antara, Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan menyatakan proses evaluasi kondisi Tangkuban Parahu sudah 50 persen. Meski demikian, Hendra Gunawan menyatakan tak bisa dipastikan kapan hasil evaluasi selesai dan akan dirilis PVMBG. Sebab, kata dia, evaluasi tersebut dilakukan secara berjenjang serta melibatkan para ahli geologi.
"Rapatnya (evaluasinya) berjenjang, di pusat juga dan melibatkan para ahli, intinya masih berjalan lah evaluasinya," kata Hendra di Bandung, Senin (15/10).
Berdasarkan pantauan dia menyebut masih ada gempa-gempa hembusan yang terjadi, di mana rata-rata 30 kejadian per hari.
"Ini kan baru 50 persen evaluasinya, belum tahu kita (hasilnya), semuanya (gunung) juga selalu di evaluasi ya," katanya.
Dengan status yang belum turun, ia menyebut imbauan yang diterapkan kepada masyarakat serta pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu pun masih sama seperti sebelumnya.
Lihat juga:PVMBG Evaluasi Status Tangkuban Parahu |