Hidayat menyebut kerumitan ini tak terlepas dari jumlah partai koalisi yang banyak dan ditambah rencana bergabungnya partai lain, seperti Demokrat dan Gerindra.
"Pak Jokowi saja saya kira hari-hari ini cukup puyeng memikirkan porsi kementerian untuk seluruh partai pendukungnya. Kan partai pendukung beliau tidak sedikit," kata Hidayat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (16/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal kan partai pendukung dia saja lebih dari enam. Pasti tidak mudah membagi," tuturnya.
"Silakan berikan itu kepada pendukung Pak Jokowi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Lebih lanjut, Hidayat menyebut ada keinginan Jokowi bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Namun, kata
Hidayat, Sohibul memilih bertemu Jokowi usai pelantikan, Minggu 20 Oktober karena tak ingin PKS dianggap juga ingin masuk koalisi pemerintah.
"Supaya tidak ada kesan kemudian seolah-olah ada pertemuan itu artinya adalah ingin masuk koalisi, minta menteri dan lain-lain. Saya kira timing pertemuan itu penting untuk dipertimbangkan," katanya.