"Pengamanan mulai dilaksanakan hari ini. Pasukan masuk ke wilayah-wilayah sesuai dengan tanggung jawabnya. Pasukan yang dilibatkan 30 ribu," ujar Hadi usai apel gabungan TNI-Polri di Monas, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apel pengamanan pelantikan Presiden/Wakil Presiden. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Lebih lanjut, Hadi menyampaikan objek yang akan diamankan oleh personel TNI-Polri adalah presiden, wapres, serta keluarganya. Selain itu, TNI-Polri akan mengamankan kepala negara negara sahabat, tamu dari luar negeri, serta utusan khusus.
"Selanjutnya pengamanan berikutnya adalah dari wisma sampai ke gedung DPR-MPR. Semua menjadi tanggung jawab," ujar Hadi.
[Gambas:Video CNN]
Selain tamu undangan, Hadi menyebut pengamanan akan diterapkan di sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh presiden, wapres, dan tamu negara. Beberapa tempat yang menjadi konsentrasi di antaranya gedung DPR/MPR yang mendapat pengamanan khusus sesuai dengan perimeter ditentukan.
"Ada beberapa titik kritis yang harus kita perkuat, termasuk adalah Istana Presiden," ujarnya.
"Sehingga apa yang kita lihat pagi hari ini sebanyak 30 ribu pasukan prajurit TNI dan Polri siap untuk melaksanakan tugas pengamanan," ujar Hadi.
Pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih akan dilaksanakan Minggu, 20 Oktober mendatang. Pelantikan digelar di Gedung DPR/MPR, puku; 14.30 WIB. Acara ini akan dihadiri oleh tokoh nasional, tamu dan kepala negara sahabat dan sejumlah duta besar. (wis/jps/wis)
Apel pengamanan pelantikan Presiden/Wakil Presiden. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)