Gegana Evakuasi 119 Peluru Aktif Diduga Jenis FN di DIY

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 04:47 WIB
Gegana Evakuasi 119 Peluru Aktif Diduga Jenis FN di DIY Ilustrasi peluru. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Satuan Brimob Polda DIY mengevakuasi 119 butir peluru aktif yang ditemukan dalam kondisi berserakan oleh warga di dalam saluran air atau drainase di tepi Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Yogyakarta, Kamis (17/10).

Kapolsek Ngampilan Kota Yogyakarta AKP Endro saat ditemui di lokasi mengatakan berdasarkan hasil evakuasi oleh Tim Jibom Gegana Polda DIY sebanyak 119 peluru aktif itu diduga berjenis FN dengan kaliber 9 mm.

"Jadi total jumlah 119 butir peluru aktif yang diduga itu jenis FN," kata dia, Kamis (17/10), dikutip dari Antara.


Menurut Endro, peluru jenis FN bukan peluru yang biasa digunakan untuk senjata aparat kepolisian. Pasalnya, kepolisian selama ini hanya menggunakan senjata api jenis revolver.

"FN itu senjatanya saudara kita. Polisi hanya revolver saja. Cuman yang membuang siapa kita tidak tahu," kata dia.

[Gambas:Video CNN]
Peluru itu, kata dia, ditemukan oleh seorang pekerja penggali saluran air hujan atau drainase saat hendak mulai bekerja pada Kamis pukul 09.00 WIB. Ia menduga peluru itu belum lama diletakkan seseorang di lokasi sebab pada Rabu (17/10) malam peluru itu belum ada.

"Jadi dipastikan sekitar tengah malam sampai pagi diletakkan di situ," kata Endro.

Seorang pekerja yang menemukan peluru, Sujono (30), mengaku baru melihat peluru itu pada Kamis pagi pukul 09.00 WIB saat membersihkan batu bata di dalam saluran drainase. Padahal saat dirinya menyelesaikan kerja lembur hingga Rabu (17/10) pukul 22.00 WIB belum melihat peluru itu.

Sujono sebelumnya sempat mengira benda temuannya itu peluru mainan. Namun setelah mengetahui benda itu peluru asli, ia langsung melapor kepada Kapolsek Ngampilan.

"Saya pas membersihkan bata lalu menoleh ke arah selatan ada peluru, saya kira mainan. Saya pegang lho kok peluru aktif, lalu saya kembaliin terus lapor Pak Endro (Kapolsek Ngampilan)," kata dia.

Panit Gegana Sat Brimob Polda DIY Ipda Maryono mengatakan meski dipastikan masih aktif, kondisi 119 peluru itu diperkirakan memiliki usia yang tidak baru.

Ilustrasi revolver.Ilustrasi revolver. (Wikipedia Commons)
Peluru temuan itu, kata dia, selanjutnya akan dibawa ke Mako Brimob Polda DIY di Baciro, Yogyakarta untuk dilakukan pendalaman.

"[Peluru] tidak baru semua. Mungkin sekitar empat tahun yang lalu bahkan lebih tetapi sampai saat ini masih bisa difungsikan," kata dia.

(Antara/arh)