Kapolsek Ngampilan Kota Yogyakarta AKP Endro saat ditemui di lokasi mengatakan berdasarkan hasil evakuasi oleh Tim Jibom Gegana Polda DIY sebanyak 119 peluru aktif itu diduga berjenis FN dengan kaliber 9 mm.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"FN itu senjatanya saudara kita. Polisi hanya revolver saja. Cuman yang membuang siapa kita tidak tahu," kata dia.
Peluru itu, kata dia, ditemukan oleh seorang pekerja penggali saluran air hujan atau drainase saat hendak mulai bekerja pada Kamis pukul 09.00 WIB. Ia menduga peluru itu belum lama diletakkan seseorang di lokasi sebab pada Rabu (17/10) malam peluru itu belum ada.
"Jadi dipastikan sekitar tengah malam sampai pagi diletakkan di situ," kata Endro.
Seorang pekerja yang menemukan peluru, Sujono (30), mengaku baru melihat peluru itu pada Kamis pagi pukul 09.00 WIB saat membersihkan batu bata di dalam saluran drainase. Padahal saat dirinya menyelesaikan kerja lembur hingga Rabu (17/10) pukul 22.00 WIB belum melihat peluru itu.
"Saya pas membersihkan bata lalu menoleh ke arah selatan ada peluru, saya kira mainan. Saya pegang lho kok peluru aktif, lalu saya kembaliin terus lapor Pak Endro (Kapolsek Ngampilan)," kata dia.
Panit Gegana Sat Brimob Polda DIY Ipda Maryono mengatakan meski dipastikan masih aktif, kondisi 119 peluru itu diperkirakan memiliki usia yang tidak baru.
Ilustrasi revolver. (Wikipedia Commons) |
"[Peluru] tidak baru semua. Mungkin sekitar empat tahun yang lalu bahkan lebih tetapi sampai saat ini masih bisa difungsikan," kata dia.
(antara/arh)
Ilustrasi revolver. (