"Ringan saja, dia mesti belajar ngaji yang bener, jangan jadi burung beo, mengulang-ulang ucapan dari orang yang anti-Islam," kata Munarman kepada CNNIndonesia.com, Kamis (17/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, yang bisa memahami ayat tersebut hanya orang-orang yang beriman. "Kalau orang-orang yang mencintai jabatan, uang dan dunia memang enggak bisa memahami," katanya.
Mantan terpidana kasus penganiayaan di Monas, 2008, itu kemudian memberikan berita-berita terkait kegiatan yang selama ini dilakukan di sejumlah daerah. Ia pun meminta Moeldoko membaca semua berita tentang kegiatan FPI agar tidak ketinggalan informasi.
"Moeldoko perlu baca dan perlu mendapat informasi di atas, biar enggak kudet (kurang update)," tuturnya.
Munarman juga mempertanyakan fungsi Moeldoko dan Kantor Staf Presiden. Ia heran mantan Panglima TNI itu justru mengurusi apa yang dilakukan FPI.
Sebelumnya, Moeldoko mempertanyakan keberadaan FPI saat memberikan kuliah umum 'Nasional Masa Kini', di Kampus Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (17/10). Moeldoko menyatakan dirinya adalah muslim dan tidak merasa agamanya perlu dibela oleh ormas itu.
"Mengapa harus ada apa itu Front Pembela Islam? Apa yang dibela? Ya sorry ya, aku langsung ngomong blak-blakan saja kan gitu. Memangnya Islam sedang dijajah oleh orang lain apa? Apalagi itu dibela? Tuhan kok dibela? Ngapain? Dia enggak perlu pembelaan," kata Moeldoko. (fra/arh)