Gerindra Akan Ajak PKS Evaluasi Perubahan Calon Wagub DKI

CNN Indonesia | Jumat, 18/10/2019 09:07 WIB
Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik menyatakan akan mengajak PKS melakukan evaluasi lagi berkaitan dengan pemilihan cawagub untuk mendampingi Anies di Jakarta. Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M Taufik. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, menyebut pihaknya akan mengajak PKS melakukan evaluasi berkaitan dengan pemilihan calon wakil gubernur (wagub) pengganti Sandiaga Uno untuk mendampingi Anies Baswedan di Jakarta.

Evaluasi itu, kata Taufik, berkaitan dengan komunikasi dalam pemilihan Wagub yang hingga saat ini mandek lebih dari setahun. Tak hanya itu, evaluasi juga sekaligus berkaitan dengan dua nama calon yang telah disodorkan PKS.

"Saya (akan) evaluasi bersama PKS. Yang dievaluasi apa, kan kalau enggak jalan ada dua dievaluasi calonnya atau komunikasinya. Cuma dua itu saja," kata Taufik di kediaman Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10) malam.


Taufik menyebut, evaluasi itu nantinya akan dilakukan bersama dengan PKS agar segera diketahui penyebab jelas yang membuat proses pemilihan kursi DKI 2 ini mandek hingga hampir 14 bulan.

Dari hasil evaluasi tersebutlah, sambung Taufik, akan segera dicarikan solusi yang tepat baik yang berkaitan dengan calon, maupun pola komunikasi.

Untuk saat ini, PKS memang telah mengirimkan dua kadernya untuk mengikuti proses pemilihan Wagub DKI yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

"Ini saya mau lakukan komunikasi dengan PKS, kita evaluasi. Kalau (masalah) calonnya kita evaluasi calonnya, kalau calonnya lemah tidak ada daya tarik ayo kita evaluasi calonnya. kalau komunikasi lemah ya kita ubah komunikasinya," kata dia.

Saat ditanya, soal proses evaluasi yang justru bisa membuat pemilihan semakin molor, Taufik mengklaim hal tersebut tak akan terjadi. Dia menegaskan pemilihan tetap akan ditarget selesai hingga akhir 2019 ini.

"Enggak [lama]," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra tersebut.

Lebih lanjut, Taufik juga menyebut ada kemungkinan hasil evaluasi ini bisa menyebabkan nama calon wagub yang telah disodorkan akan berubah. Termasuk soal kemungkinan akan muncul nama calon dari Gerindra. Namun, dia menegaskan semua itu akan didiskusikan bersama PKS.

"Ya kita lihat hasil evaluasi. Nggak lama kalau ada evaluasi kita tahu penyakitnya. (Soal nama calon) Politik itu kan dinamis," kata Taufik.

Sebelumnya saat hadir di Rapimnas dan Apel Kader Gerindra di Hambalang, Bogor, Taufik menyatakan Sandiaga Uno enggan kembali lagi menjadi Wagub DKI setelah gagal di Pilpers 2019 mendampingi Prabowo.

"Dia enggak mau jadi wagub lagi. Enggak akan, saya sudah diskusi sama dia," kata Taufik di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (16/10).

Gerindra Akan Ajak PKS Evaluasi Perubahan Calon Wagub DKISandiaga Uno menjawab pertanyaan wartawan di kediamannya, Jakarta Selatan, 17 Oktober 2019. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Taufik pun menyebut tak elok jika Sandi kembali ke kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah ditinggalkan hampir satu tahun lebih. Hal ini jugalah yang menjadi pertimbangan Sandi untuk tak kembali menjadi wakil gubernur.

"Ya karena barang sudah ditinggalkan masa kembali lagi. Etikanya jadi tidak baik," kata pria yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut.

Sehari kemudian, Sandiaga mengaku Prabowo memang berkali-kali menawari dirinya kembali ke kursi Wagub DKI setelah gagal di Pilpres 2019.

"Saya selalu bilang 'enggak pak, enggak, ini saya sudah putuskan dan sampai kemarin juga, enggak berubah pikiran, enggak pak saya bilang, terima kasih saya bantu bapak saja, saya sudah cukup, saya akan berikan yang terbaik yang saya miliki buat bangsa ini, buat Gerindra'," kata Sandi mengulang lagi jawabannya kepada Prabowo saat berbincang santai dengan awak media di Kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Jakarta Selatan, Kamis (17/10) siang.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Sandi merasa heran karena posisi Wagub DKI tak kunjung diisi sejak dia maju ke sebagai cawapres mendampngi Prabowo di Pilpres 2019. Pria yang dikenal pula sebagai pengusaha itu awalnya mengira PKS cepat mengisi kursi Wagub DKI mendampingi Anies.

Sandi juga menilai persoalan Wagub DKI adalah masalah yang sederhana dan tak usah berlarut-larut untuk diselesaikan. Pasalnya, Gerindra dan PKS sudah saling setuju, juga nama sudah diajukan ke DPRD DKI.

(tst/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK