"Oh, sudah (pembicaraan jadi menteri) kalau begitu ya, bercanda-bercanda, oh ini, oh ini, biasalah itu. Kita kan biasa," kata Edhy ditemui di kediaman Prabowo yang berlokasi di Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (17/10) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edhy kembali menegaskan soal calon menteri yang kerap diucapkan oleh petinggi-petinggi di Partai Gerindra itu hanya candaan. Dia mengaku tak pernah ada pembicaraan serius terkait kursi menteri yang disodorkan padanya untuk membantu kabinet kementerian di pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
"Belum resmi dong, kalau semuanya kan dalam batas guyonan. Berseloroh. Iya kan saya nggak mau ge-er," kata dia.
Edhy menyatakan keputusan terkait posisi menteri ada di tangan Jokowi selaku presiden terpilih. Yang berhak menentukan dan melihat siapa dan apa posisi yang pantas adalah presiden mengingat kabinet menteri diperuntukan membantu kerja presiden selama lima tahun memerintah.
[Gambas:Video CNN]
"Lah ini kan namanya, sekarang penggunanya (Jokowi), apakah menggunakan siapa, kan beliau lebih tahu track record. Udahlah, nanti kita lihatlah, sabar ya, kita bersabar. Saya enggak enak," kata dia.
"Sekali lagi kami juga enggak mau ge-er, nggak mau mendahului, kami tahu posisi kami, Pak Prabowo saya yakin sangat tahu posisinya dan beliau selalu menyampaikan kalau memang diajak di dalam siap. Kalaupun memang di luar juga tidak masalah," kata dia.
(tst/wis)