Surya Paloh Terima Apapun Kursi Menteri, RK Fokus di Jabar

CNN Indonesia | Senin, 21/10/2019 05:39 WIB
Surya Paloh Terima Apapun Kursi Menteri, RK Fokus di Jabar Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengaku belum tahu posisi menteri apa yang diperuntukkan bagi partainya. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan partainya siap menerima apapun kursi menteri yang dialokasikan di kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin untuk pihaknya.

"Belum ada bicara soal kursi kabinet, saya jujur pada kalian. Kalau pasukan di bawah tanya di kementerian mana, saya sebagai ketua umum enggak tahu. Saya pikir apapun yang diberikan presiden, portofolio apapun kita terima saja itu," kata Surya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).

Ia pun sempat mengomentari kondisi koalisi partai politik pendukung pemerintah yang berpotensi 'gemuk' di periode kedua pemerintahan Jokowi. Menurutnya, hal tersebut pasti sudah dihitung Jokowi.


"Saya berharap semuanya [yang bergabung dalam koalisi] mempunyai pendekatan dua aspek. Pertama, objektivitas dan rasional. Kedua, ada hati dan empati," ujar Surya.

Terpisah, politikus Partai NasDem Charles Meikyansah menyatakan partainya bakal menjadi mitra atau rekan koalisi pemerintah yang konstruktif dan sinergis untuk mendukung serta menyukseskan program pemerintahan Jokowi-Ma'ruf selama lima tahun ke depan.

"NasDem siap menjadi partner dalam koalisi pemerintahan yg konstruktif dan sinergis untuk mendukung dan menyukseskan program prioritas pemerintah pada periode kedua," katanya.

Dia pun menyampaikan bahwa pemerintahan Jokowi di periode pertama lalu telah menunjukkan sejumlah keberhasilan dalam pembangunan, seperti menurunkan kemiskinan menjadi satu digit ke angka 9,4 per Maret 2019.

Tidak ketinggalan, pemerintahan Jokowi pada periode pertama juga telah berhasil meningkatkan rasio elektrifikasi dari 81,5 pada 2014 menjadi 96,6 di 2019, serta menjaga laju inflasi dari 8,4 persen di 2014 menjadi 3,4 hingga 5 persen selama lima tahun terakhir.

"Keberhasilan tersebut penting dan harus dilanjutkan," katanya.

Ridwan Kamil Fokus di Jabar

Di kawasan yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) menepis soal isu tawaran kursi menteri di kabinet Jokowi bagi dirinya. Pria yang karib disapa Kang Emil itu mengatakan saat ini tugasnya sebagai Gubernur Jabar belum selesai.

"Jadi bagi saya pribadi, saya fokus mengurus 50 juta orang, rumit, dinamik. Saya latihan multidimensi ada di level gubernur. Mungkin belum saatnya kalaupun iya [ditawarkan posisi menteri]," kata Kang Emil yang hadir di kompleks MPR sebagai undangan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih di Kompleks DPR/MPR, Minggu (20/10).

Lebih lanjut Kang Emil juga mengatakan kekuasaan menteri dan gubernur sesungguhnya sama saja. Hanya berbeda nama jabatan, kedua jabatan sama sama mengurus rakyat.

Surya Paloh akan Terima Apapun Kursi Menteri untuk NasDemGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
"Saya kira kekuasaan itu sama aja. Apa bedanya menteri, gubernur, kan sama-sama ngurus rakyat. Cuma beda judul saja," katanya.

Selanjutnya dalam semangat acara pelantikan, Kang Emil mengatakan seluruh masyarakat harus mendukung Jokowi yang akan dilantik sesaat lagi. 

"Saya mengimbau rakyat Indonesia, ada syariat yang mengatakan, artinya taatlah kepada Allah dan rasul dan pemimpin di antaramu. Kalau pemimpin sudah dilantik, dan terpilih, mau dicoblos atau tidak , maka kita dukung. Karena beliau adalah nahkoda hidup kita selama lima tahun, " katanya.

Kang Emil berharap peningkatan ekonomi bisa terus berlanjut. Ia juga mengatakan Indonesia akan menjadi  salah satu kekuatan ekonomi di G20. 

"Saya yakin Indonesia akan gemilang, sekarang rangking 13 di G20, ekonominya. Di 2030 rangking 7-8. Katanya di 2045 jadi negara adidaya," ujarnya. 

[Gambas:Video CNN]
Di kawasan Istana Kepresidenan, sesaat sebelum beranjak ke Gedung MPR, Jokowi menyatakan dirinya telah merampungkan susunan kabinet dan akan segera mengenalkan wajah-wajah pembantunya dalam pemerintahan bersama Ma'ruf Amin kelak.

"Sudah rampung. Sudah selesai. Nanti besok pagi lah. Nanti saya kenalkan besok pagi.... Besok pagi saya kenalkan. Nanti sorenya pak Ma'ruf amin harus ke Jepang untuk menghadiri penobatan kaisar," kata Jokowi.

(mts/jnp/kid)