"Api berasal dari kamar mahasiswa yang berada di lantai dua," sebut Habel Tumurang, bapak asrama putra Kamasan Delapan, Tomohon, Sulut, seperti dilansir Antara.
Ia mengatakan kebakaran diperkirakan terjadi kira-kira pukul 10.00-10.30 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Habel mengatakan yang tinggal di asrama putra 15 orang dari sekitar 40 sampai 50 mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut. Pada saat kebakaran, kata dia, hanya enam mahasiswa yang tinggal karena sebagian besar ke gereja.
"Tiba-tiba terbakar. Pada saat kejadian saya berada di lantai bawah," ujarnya.
Kapolres Tomohon, Sulawesi Utara, AKBP Raswin Bahtiar Sirait mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan laboratorium forensik Makassar ikut menyelidiki kebakaran asrama putra Papua, Minggu.
"Kita meminta bantuan mereka (labfor Makassar) memeriksa apa yang menjadi sumber kebakaran asrama ini," kata Sirait di Tomohon.
Sejauh ini, jajarannya sementara mengumpulkan informasi berkaitan dengan terbakarnya asrama yang didiami mahasiswa Papua dari berbagai kabupaten seperti Biak, Wamena, Raja Ampat dan Yahukimo tersebut.
"Kami sementara memeriksa saksi-saksi," ujar Sirait.
[Gambas:Video CNN]
Ibrahim Tompo menjelaskan kronologi kejadian berawal ketika Noval saat itu sedang bermain-main korek serta membakar kertas dan tidak sengaja jatuh ke busa tempat tidur, yang akhirnya membakar seluruh kamar. Sebab takut, Ibrahim akhirnya meninggalkan kamarnya yang sedang terbakar.
"Kita saat ini sedang mendalami apakah kebakaran ini disengaja oleh Noval atau karena kelalaiannya," ujar Ibrahim lewat keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com.
Untuk menampung para penghuni asrama, pihak Polres dan Walikota Tomohon sudah berkoordinasi untuk menyiapkan tempat sementara.
(antara, kid/ugo)