Posisi menteri, kata dia, bukanlah jabatan atau kedudukan biasa. Oleh karena itu, pihak manapun tak perlu bersusah payah mengantre hingga menjegal satu sama lain demi menempati posisi menteri tersebut.
"Menjadi menteri bukan pegawai tinggi biasa jadi enggak perlu susah payah repot-repot antre apalagi pakai saling menjegal satu sama lain," kata Hasto di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru jadi calon menteri sudah pengen menjadi calon (presiden) 2024, kalau yang seperti ini kita kompak bilang Pak Jokowi tidak usah dimasukkan," kata Hasto.
Lihat juga:Sandiaga Uno Respons Positif Pidato Jokowi |
"Kerjanya bukan buat bangsa dan negara tapi pasti membangun citra dirinya saudara-saudara sekalian," katanya.
Hasto mengatakan pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi tentu memerlukan kabinet yang solid, profesional, memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, merakyat, teknokrat, dan paham siapa rakyat yang dipimpinnya.
"Rakyat masih memerlukan traktor untuk pertanian, yang dibangun di luar itu. Maka memahami bagaimana kondisi rakyat indonesia merupakan syarat penting bagi seluruh menteri yang akan membantu pak Jokowi," katanya.
Dia juga menyinggung soal menteri yang harus memiliki kesepahaman dengan visi dan misi Jokowi-Ma'ruf. Tak hanya itu, menteri juga kata dia, mesti memahami departemen apa yang dia pimpin.
"Itu syarat mutlak. Dan memiliki dedikasi yang baik itu syarat mutlak," katanya.
Itu pun ia tegaskan kembali setelah pelantikan MPR.
"Pokoknya besok kita akan kenalkan dulu menteri yang telah kita pilih. Setelah dikenalkan, lalu dilantik. Dikenalkan pagi, setelah itu dilantik, tapi bisa Senin, Selasa, atau Rabu," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (20/10) malam.
Lebih lanjut, ia kembali menekankan bahwa susunan kabinet sudah rampung sepenuhnya.
[Gambas:Video CNN]
Dari susunan kabinet baru, ia sempat memberi beberapa bocoran. Pertama, setidaknya ada kurang lebih 16 jabatan menteri yang diisi dari kalangan partai politik.
Kedua, kalangan profesional juga akan mewarnai kabinet baru. Ketiga, calon pembantu yang ditunjuk berasal dari beberapa menteri petahana.
eempat, porsi menteri wajah baru akan lebih banyak ketimbang yang sudah menjabat di Kabinet Kerja. "Wajah baru besok pagi, pagi-pagi saya kenalkan wajah-wajah baru," celetuknya.
Selain itu, ia turut menyatakan bakal ada kementerian/lembaga/badan baru. "Perubahan nomenklatur sudah ada, sing sabar semuanya," tuturnya.
Jokowi dan Ma'ruf Amin resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden setelah dilantik oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Keduanya akan memimpin Indonesia untuk periode 2019-2024.