Dalam orasinya, Ketua BEM Universitas Gadjah Mada Muhammad Atiatul Muqtadir banyak mengungkit mengenai penuntasan kasus Hak Asasi Mahasiswa (HAM) pada periode pertama pemerintahan Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengingatkan sejumlah kasus pelanggaran HAM yang belum dituntaskan antara lain kasus pembunuhan aktivis HAM Munir dan penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan.
Demo mahasiswa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Senin (21/10). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Dalam orasinya, dia mengingatkan agar perjuangan mahasiswa tidak berhenti. Kata Fathur unjuk rasa mahasiswa bertujuan untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk direpresi oleh aparat.
"Walaupun langit akan runtuh, keadilan tetap harus ditegakkan. Dua kata, satu perjuangan: hidup mahasiswa. Tiga kata, satu tujuan: hidup rakyat Indonesia," tegas dia.
Aksi mahasiswa hari ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI).
[Gambas:Video CNN]
Ratusan mahasiswa terlibat aksi ini. Ada yang membawa spanduk dan bendera dari berbagai kampus, terpantau juga sebuah banner dibentangkan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bertuliskan "Ibu Pertiwi Menangis Hebat. Reformasi Dikorupsi Pejabat."
Mahasiswa di barisan terdepan juga terpantau membawa lima korban tewas dalam gelombang demonstrasi di sejumlah daerah, September lalu. Foto-foto tersebut adalah Maulana Suryadi, Akbar Alamsyah, Bagus Putra Mahendra, Muhammad Randi, Yusuf Kardhawi. (mjo/wis)
Demo mahasiswa di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta, Senin (21/10). (CNN Indonesia/Safir Makki)