Demokrat sekadar memberikan apresiasi terhadap menteri-menteri yang dipilih Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sikap Demokrat, lanjut Ibas, akan mendukung pemerintahan Jokowi bila mantan Gubernur DKI Jakarta itu mampu membawa pembangunan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
Sebaliknya, Ibas mengatakan Demokrat akan menjadi mitra kritis pemerintah bila pelbagai program dan kebijakan tak sesuai dengan keinginan masyarakat.
"Yang penting negara adil, rakyat sejahtera. Selama ini sama Partai Demokrat, fraksi Demokrat yang sudah baik dilanjutkan, yang belum baik diperbaiki," kata Ibas.
Ibas sendiri mengaku Demokrat belum bersikap terkait keputusan untuk bergabung dalam koalisi atau berada di luar pemerintahan.
Ia mengatakan dirinya akan mendengarkan lebih lanjut pandangan-pandangan resmi dari Partai Demokrat.
[Gambas:Video CNN]
"Saya tidak dalam konteks menentukan posisi saat ini," kata dia.
Presiden Jokowi sejak Senin hingga hari ini telah memanggil puluhan orang dari beragam latar belakang yang disebut-sebut akan menduduki kursi menteri di periode kedua pemerintahannya.
Sebagian dari mereka menyatakan telah mendapat tawaran mengisi kursi menteri.
Demokrat sendiri santer dikabarkan bakal bergabung masuk dalam pemerintahan Jokowi. Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahkan sudah bertemu Jokowi di Istana. (rzr/wis)