Jokowi berharap Tito mampu melakukan reformasi dan sinergi antarpemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan periode keduanya. Salah satunya persoalan e-KTP.
"Kemudian Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri. Reformasi dan sinergi pemerintah daerah berada di kewenangan beliau," tutur Jokowi saat memperkenalkan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:KPK Tagih Polri Ungkap Kasus Novel Baswedan |
"Kemudian beliau [Tito] menyampaikan surat terkait penugasan lain kepada Kapolri dan tentu saja surat pengunduran diri dari kapolri yang menyatakan beliau meminta mengundurkan diri sebagai anggota Polri dan sebagai Kapolri," kata Ketua DPR Puan Maharani, kemarin.
"Tadi saya menerima Kapolri dan beliau menyampaikan diberikan amanah baru di pemerintahan namun apa kita lihat saja besok, kan besok pelantikan," kata dia.
Tito Karnavian sebelumnya turut menjadi salah satu orang yang merapat ke Istana pada Senin (21/10). Namun demikian, saat itu Tito yang mengenakan seragam lengkap Polri--bukan kemeja putih. Tito mengatakan pertemuannya dengan Jokowi hari itu lebih membahas evaluasi pengamanan hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober. (ain/ryn/ain)