Pramono bersama Pratikno dan Moeldoko kembali dipercaya Jokowi untuk menjadi pejabat di lingkar dalam Istana Kepresidenan. Sama halnya dengan Pramono, Moeldoko juga kembali dipercaya mengemban jabatan sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan dan Pratikno jadi Menteri Sekretaris Negara.
Selama ini, tiga pejabat tersebut berkantor di Istana Kepresidenan dan mendampingi Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pram lahir di Kediri, Jawa Timur pada 1963. Sebelum terjun ke politik, dia lebih dulu menggeluti dunia bisnis di posisi tinggi manajerial, misalnya Direktur di PT Tanito Harum (1988-1996) dan PT Vietmindo Energitama (1979-1982), serta Komisaris di PT Yudhistira Haka Perkasa (1996-1999).
Pram terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan langsung ditunjuk menjadi Wakil Ketua DPR RI bersama Marzuki Alie yang saat itu menjabat Ketua DPR. Kemampuan komunikasi politik Pram sangat baik. Tak heran jika dia dihormati oleh rekan-rekannya di parlemen, termasuk dari lawan politiknya.
Pramono Anung kerap menemani Presiden Jokowi kunjungan kerja ke luar daerah (CNN Indonesia/Artho Viando) |
Pramono berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Komunikasi Politik dan Interpretasi Para Anggota DPR kepada Konstituen Mereka.' Disertasi ini dibuat berdasarkan penelitiannya terhadap 21 anggota DPR terkait motivasi dan komunikasi politik mereka dalam Pemilu 2009.
Lihat juga:Jokowi Pertahankan 3 Pejabat Istana |
Pram termasuk orang yang sangat dipercaya Jokowi. Dia sering memberikan masukan. Termasuk ketika Jokowi menyusun kabinet Indonesia Maju 2019-2024.
Pram adalah satu orang dalam tim yang membantu Jokowi menyusun kabinet. Dia berada dalam tim bersama Moeldoko, Pratikno, Retno Marsudi, Soekardi Rinakit, Ari Dwipayana, dan Alexander Lay.
Bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pramono Anung bakal kembali menjadi pejabat di Istana Negara, Jakarta dan dekat dengan Presiden Jokowi untuk lima tahun ke depan.
[Gambas:Video CNN] (bmw)
Pramono Anung kerap menemani Presiden Jokowi kunjungan kerja ke luar daerah (CNN Indonesia/Artho Viando)