Risma mengatakan, dalam beberapa hari ini, seusai kunjungannya dari Jerman, dirinya sengaja diam, dan menghindari media.
"Sepurane ya rek, aku meneng disek, aku gak gelem dadi rame (Maaf ya, aku diam dulu, aku nggak mau jadi gaduh)," kata Risma, ditemui di rumah dinas Wali Kota Surabaya, Rabu (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ke Pak Jokowi, saya sudah sampaikan apa yang saya omongkan, tapi itu rahasia," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Mega, kata dia, bahkan meminta dirinya untuk tak buru-buru menolak. Mega kemudian memberikan waktu kepada Risma, untuk kembali memikirkan tawaran tersebut, hingga Oktober 2019.
"Tapi aku sudah sampaikan ke Ibu, bu endak, (Mega menjawab) wes mbak ojo kesusu, engko jawabe pokoke sakdurunge Oktober yo (Jangan Buru-buru, jawabnya sebelum Oktober ya)," cerita Risma.
Oktober pun tiba, Risma mengaku saat itu dirinya sedang bersiap menjadi pembicara di Forum Unicef, di Kota Koln, Jerman. Namun, tiba-tiba ia mendapatkan panggilan telepon dari Ketua DPP PDIP bidang politik dan keamanan, Puan Maharani.
Puan, kata dia, kembali menawari dirinya kursi menteri. Risma pun dengan yakin menjawab tidak. Ia mengaku ingin menyelesaikan tugasnya sebagai Wali Kota Surabaya.
"Aku ditelepon Mbak Puan. Mbak Puan nanyakan, mbak piye jadi menteri? (mbak, bagaimana mau jadi menteri?, ndak saya jawab, saya selesaikan jadi wali kota dulu," ujar Risma.