Pertama, menurutnya, Prabowo harus segera mengambil langkah untuk memenuhi Minimum Essential Force (MEF) agar bisa mencapai target angka 100 persen di 2024.
Dia melanjutkan, pemenuhan target itu merupakan sebuah hal yang penting karena terkait dengan kebutuhan TNI dan pertahanan Indonesia .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meutya Hafid. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho) |
Selanjutnya, kata dia, Prabowo harus memperhatikan industri pertahanan nasional dengan melakukan pengembangan sehingga Indonesia mampu memproduksi alat utama sistem senjata (alutsista) sendiri, tanpa bergantung atau dikontrol negara lain.
Meutya pun menyebut bahwa pembahasan yang perlu dilakukan secara bersama antara pihaknya di Komisi I DPR dengan Prabowo sebagai Menhan ialah terkait ide pembentukan holding National Defense and Hightech Industries (NDHI).
Terakhir, kata Meutya, Prabowo perlu memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan anggota TNI, khususnya yang terkait dengan realisasi janji Jokowi ihwal peningkatan tunjungan anggota TNI sebesar 80 persen.
Menurutnya, DPR bersama Kemhan sudah menyetujui pemberian bantuan kredit perumahan bagi anggota TNI dalam upaya merealisasikan janji tersebut. Meutya berkata, DPR berharap kesejahteraan anggota TNI akan mengalami peningkatan setiap tahunnya.
"Harapan kami ke depan, Menhan dapat bekerja sama dengan baik bersama DPR dalam mewujudkan semangat pertahanan nasional yang solid," ucap dia.
Sebelumnya, Jokowi resmi mengumukan Prabowo terpilih untuk menduduki Menhan di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
