Jokowi mengatakan itu dalam Sidang Kabinet Paripurna pertama bersama menteri dan sejumlah petinggi lembaga negara. Sidang dihelat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/10).
"Yang pertama, ini perlu saya ulang bahwa tidak ada visi misi menteri," tutur Jokowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang ada adalah visi misi presiden-wakil presiden. Jadi tolong dicatat," imbuhnya.
"Silakan ramainya di dalam rapat. Mau debat di dalam rapat saya dengarkan, tapi kalau sudah diputuskan, dengan segala risiko harus kita laksanakan," kata Jokowi.
"Jadi dalam setiap rapat, baik paripurna, terbatas atau internal ada payung hukum, kalau sudah diputuskan dalam rapat, jangan sampai di luar masih diributkan lagi," lanjutnya.
Dari mulai kader partai politik hingga akademisi. Sebanyak 22 menteri berasal dari partai politik da 16 dari kalangan profesional. Gerindra, yang selama ini menjadi rival Jokowi juga diberikan jatah 2 kursi menteri.
Ada menteri lama yang kembali dipercaya Jokowi. Di antaranya Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Mendagri Tjahjo Kumolo juga kembali dipercaya dengan jabatan baru yakni Menpan-RB. Begitu juga dengan Muhadjir Effendy yang kini menjabat sebagai Menko-PMK. Agus Gumiwang, mantan Mensos, kini dipercaya sebagai Menteri Perindustrian.
[Gambas:Video CNN]
Ada pula menteri yang tidak kembali dipilih Jokowi. Misalnya, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menkopolhukam Wiranto, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menristekdikti Muhamad Nasir.
Sesaat setelah mengenalkan para menteri, Jokowi mengingatkan untuk pertama kali bahwa menteri tak boleh membawa atau menjalan visi pribadinya. Dia menekankan tugas para menteri adalah mewujudkan visi dan misi presiden dan wakil presiden.
Usai dilantik oleh Jokowi, para menteri melaksanakan serah terima jabatan dengan menteri yang lama. Jokowi lalu meminta para pembantunya itu agar langsung bekerja.