Trenggono sempat bertemu dengan Prabowo di Istana Negara, Jakarta, meski Prabowo tidak menghadiri penyambutan di Kementerian Pertahanan.
Trenggono merasa cocok dengan Prabowo. Bahkan, menurutnya, Prabowo sempat berkelakar mengenai pembagian tugas dengan dirinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan candaan itu, Trenggono menanggapi ada suasana tak kaku di antara keduanya. Ia pun menganggap guyonan itu menunjukkan Prabowo memberi kepercayaan terhadap dirinya.
Trenggono sempat merenung saat ditawari menjadi Wakil Menteri Pertahanan. Trenggono yang merupakan pengusaha teknologi itu sempat bingung dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang memilihnya mendampingi Prabowo.
Namun belakangan, Trenggono bilang Jokowi menitipkan industrialisasi pertahanan di Indonesia agar lebih kuat dan maju.
"Saya bilang, waduh menteri pertahanan di bawahnya Pak Prabowo ini bingung saya. Isinya tentara semua. Sementara saya sipil, pengusaha, kan gitu," ujar dia.
"Lalu Pak Jokowi ternyata menjelaskan bahwa itu saya perlu pengalaman industri saya, pengalaman membangun usaha, gitu ya. Nah, itu bisa diterapkan untuk pengembangan industri pertahanan," lanjutnya.
Kolaborasi antara Prabowo dan Trenggono akan dimulai pada Senin mendatang. Rencananya Prabowo dan Trenggono akan memulai berdiskusi dan mengunjungi Universitas Pertahanan pekan depan.
Dia berharap komunikasi dengan Prabowo bisa cair dan terbuka untuk mencapai tujuan bersama.
"Sempat bertemu di Istana, sempat ngobrol sebentar, beliau ada acara tidak bisa ke sini, lalu hari Senin beliau ngajak saya ke Unhan, mungkin setelah dari sana saya akan diskusi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (ctr/asa)