Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah mengatakan pembiayaan karnaval itu dilakukan menggunakan dana CSR (Corporate Social Responsibility) PT PLN.
"Ini dari CSR PLN Rp2,5 miliar. Dari mereka semua. Kita membantu panggung dan kita enggak ada rupiahnya kecuali sarana dan pra sarana yang kita dukung tadi," jelas Saefullah di Balai Kota Jakarta, Jumat (25/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan yang terdiri dari konvoi mobil listrik ini akan dilakukan pada Minggu (27/10), dengan tujuan meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan kendaraan penyebab polusi udara.
"Karnaval akan dilaksanakan pada hari Minggu, 27 Oktober 2019 mulai pukul 14.00 sampai dengan 18.00 WIB," tambah dia.
Saefullah menjelaskan rute yang akan ditempuh selama karnaval tersebut dibuka mulai dari kawasan Patung Pemuda di Senayan ke Bundaran HI dan kembali lagi ke Patung Pemuda.
"Dengan jarak tempuh kurang lebih, 10 kilometer dengan kurang lebih 50 menit pulang pergi," tambahnya.
Ada tujuh jenis kendaraan listrik yang akan digunakan dalam karnaval itu yaitu sepeda listrik, motor listrik, bajaj listrik, otoped, mobil listrik, taksi listrik, dan bus listrik. (ani/end)