Keenam tersangka tersebut adalah BS, JF, AR, R, HC, dan SG. Rinciannya BS ditangkap di Sawangan, Depok; JF ditangkap di Kaliabang, Bekasi; dan AR ditangkap di Cinere, Depok.
Sedangkan HC ditangkap di Pekayon Jaya, Bekasi; R ditangkap di Bekasi Selatan; dan SG di Cileungsi, Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adi menjelaskan, mereka berafiliasi dengan jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok teroris JAD ini berbaiat atau berhubungan dengan kelompok teroris ISIS.
Adi menjelaskan lebih jauh bahwa Densus 88 tak akan berhenti menindak secara hukum terorisme dan radikalisme, meski di luar sana tersiar kabar pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi meninggal dunia.
"Itu [kematiaan Abu Bakr Al-Baghdadi] menjadi kewaspadaan kita. Densus 88 tetap konsisten melakukan upaya penegakan hukum. Semua jaringan yang berada di Indonesia dalam pemantauan Densus," ujarnya melengkapi.
Sebelumnya Densus 88 telah melakukan penangkapan sebanyak 36 orang terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror dalam sepekan, yakni rentang waktu 10-16 Oktober 2019.
Penangkapan dilakukan menyusul terjadinya insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.
"Ada 36 orang totalnya. Densus 88 terus berpencar dan mengejar semua tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan di Jakarta, Rabu (16/10).
[Gambas:Video CNN]
(fey/osc)
Penangkapan dilakukan menyusul terjadinya insiden penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten.
"Ada 36 orang totalnya. Densus 88 terus berpencar dan mengejar semua tersangka," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan di Jakarta, Rabu (16/10).
[Gambas:Video CNN]