Pernyataan polisi ini merespons temuan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bahwa ada 33 orang tewas di Wamena dalam rangkaian demonstrasi antirasisme. Dari jumlah itu ada yang tewas tanpa diketahui penyebabnya alias misterius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
YLBHI akhir pekan lalu merilis data bertajuk Laporan Pemantauan YLBHI dan 16 LBH Indonesia: Kondisi Hak Berekspresi dan Menyampaikan Pendapat di Indonesia 2019.
[Gambas:Video CNN]
Khusus di Wamena, YLBHI mencatat ada 33 korban tewas. Sedangkan di Jayapura ada empat korban meninggal dunia.
"Institusi pendidikan baik tingkat universitas dan sekolah menengah atas menjadi aktor pelanggar terbanyak kedua setelah institusi kepolisian yaitu sebanyak 8 kali menjadi aktor pelanggar, sedangkan dari pihak sekolah 4 kali menjadi aktor pelanggar," demikian temuan YLBHI.
"Hal ini terutama dengan gelombang aksi #ReformasiDiKorupsi yang memang masif dilakukan oleh mahasiswa di Indonesia."
Selain itu mereka juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kepolisian, mulai dari sistem pendidikan, jalur komando, sistem pengawasan internal, dan sistem pengawasan eksternal. (fey/wis)