"Kendala yang kami dapat di lapangan sudah satu bulan tiga hari, tenda sudah sobek, kami butuh yang baru, juga air bersih dan dapur umum ditambah," kata seorang pengungsi saat berdialog dengan Jokowi di Posko Pengungsian Kota Ambon, Selasa (29/10) dilansir dari Antara
Usulan yang disampaikan seorang perempuan yang tidak menyebutkan namanya itu mendapat sambutan tepuk tangan meriah dari hadirin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengatakan ganti rugi kepada masyarakat yang tempat tinggalnya rusak karena gempa juga akan diberikan segera dengan jumlah yang telah ditetapkan atau sama dengan daerah lain yang pernah tertimpa bencana.
Selain itu, ia juga ingin agar Universitas Darussalam dijadikan negeri karena selama ini sudah mendapatkan sambutan yang positif dari masyarakat.
"Tolong nanti berkas-berkasnya sampaikan ke saya, ini belum tentu dikabulkan, saya baru minta berkasnya, insya Allah nanti segera ditindaklanjuti," kata Presiden Jokowi sambil tersenyum.
Pada kesempatan itu, Jokowi berdialog dengan masyarakat yang masih mengungsi akibat gempa kedalaman 10 kilometer magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Maluku.
[Gambas:Video CNN]
Sekitar lebih dari satu jam, Jokowi dan rombongan berada di lokasi pengungsian yang terletak di Kompleks Universitas Darussalam.
Setelah berdialog, Jokowi kemudian menuju Bandara Pattimura Kota Ambon untuk kemudian lepas landas menuju Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Diketahui Sulawesi Tengah pada tahun lalu diguncang gempa dan tsunami hebat yang meluluhlantahkan sejumlah daerah di sana.
Usai dari Palu, Jokowi beserta rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta pada sore harinya. (antara/osc)