Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo menyebut, total rumah rusak itu terdiri dari 2.712 unit rusak berat, 3.317 rusak sedang, dan 6.108 rusak ringan, serta 730 unit lainnya yang rusak adalah fasilitas umum dan fasilitas sosial.
"Data dampak gempa bumi Provinsi Maluku ini update pada 28 Oktober per pukul 13.00 WIB," kata Agus dalam siaran pers, Selasa (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada dua jenis pengungsi. Pertama pengungsi yang terdampak langsung (rumah rusak), dan pengungsi yang trauma atau tidak berani tidur di rumah," ujarnya.
"Pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dilakukan oleh semua pihak, termasuk TNI/Polri dan dikoordinir oleh Pemda," ujar Agus.
Sementara itu dalam kunjungannya ke Maluku, hari ini, Presiden Joko Widodo menjanjikan bantuan dana bagi korban gempa akan dicairkan enam bulan pasca-bencana.
Saat meninjau Posko Pengungsian di Desa Tulehu, Maluku Tengah, Presiden mengatakan bahwa tahapan dan pola pemberian bantuan dana bagi korban gempa di wilayah Maluku diseragamkan dengan daerah-daerah lain.
Selama berada di Maluku Tengah, Jokowi juga berdialog dengan warga yang mengungsi di kompleks Universitas Darussalam serta meninjau rumah sakit darurat, tempat pembibitan ikan, tenda pemulihan trauma untuk anak-anak, dan tenda-tenda pengungsian.
[Gambas:Video CNN]
Jokowi memastikan bahwa dari sisi keuangan, anggaran telah tersedia di pos-pos Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta BNPB untuk membantu perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa di Ambon dan sekitarnya.
"Tapi perlu prosedur, yang pertama. Yang kedua, kita juga sedikit menunggu agar gempanya itu reda ya. Ini kalau malam saya dengar masih ada yang kecil-kecil begitu ya. Semoga itu cepat hilang sehingga potensi pembangunan rumah bisa dikerjakan oleh masyarakat yang nanti dikoordinasi oleh pemerintah daerah," ujar dia.
"Konstruksinya nanti akan diarahkan oleh Pak Menteri PUPR, Pak Basuki," kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
"Kita berdoa bersama semoga tidak ada gempa lagi, apalagi tsunami, dan kita bisa memulai membangun rumah-rumah yang rusak kemudian bangunan fasilitas umum yang rusak sesegera mungkin," ucapnya. (osc/antara/asa)