Saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada masalah dalam sistem penganggaran di DKI Jakarta atau yang biasa disebut dengan e-budgeting.
Ia menyatakan sistem e-budgeting tersebut tidak memiliki pola verifikasi anggaran. Oleh karena itu, sambungnya, sistem itu riskan akan kesalahan karena harus diverifikasi manual oleh manusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anies, sistem ini masih mengandalkan koreksi yang dibuat manusia. Tak jarang menurut Anies banyak permasalahan anggaran serupa ditemukan di tahun sebelumnya.
"Selama bertahun-tahun mengandalkan manusia [untuk melakukan verifikasi secara manual], bedanya mau dipanggungin atau tidak begitu. Betul tidak begitu? Kan ditemukan juga di era-era sebelumnya. Selalu seperti ini," ujar Anies.
[Gambas:Video CNN]
Atas dasar itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pun mengaku akan mengubah sistem e-budgeting lebih canggih yang tidak mengandalkan verifikasi oleh manusia lagi.
"Karena saya menerima warisan sistem ini. Saya tidak ingin meninggalkan sistem ini untuk Gubernur berikutnya. Agar Gubernur berikutnya tidak menemukan masalah yang sama dengan yang saya alami, karena sistemnya sudah ada dari dulu," ujar Anies.
"Sekarang sudah diperbaiki. Sekarang kan yang ada masih manual nih. Mudah-mudahan pada tahun 2020 bisa kita koreksi. Tahun depan," lanjut dia.