Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengatakan pemilihan menteri mutlak hak prerogratif Presiden Joko Widodo. Menurutnya, saat ini sudah saatnya semua pihak memberikan dukungan untuk lima tahun ke depan Jokowi-Ma'ruf.
"Biasa-biasa aja, enggak ada yang harus dikhawatirkan atau dikecewakan, enggak ada. Anda lihat tadi semuanya senyum-senyum saja, semangatnya lebih tinggi," kata Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang ditemui di Kantor DPP Hanura usai konferensi pers, Jakarta, Rabu (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kader partai pengurus Partai Hanura hari ini tunduk, taat, dan tegas sesuai sikap partai, tegak lurus terhadap keputusan DPP di mana kami menghormati 100 persen hak preogratif presiden," tambah dia.
Dari luar ruangan terdengar perdebatan antar-kader yang kelihatan masih keberatan atas tak masuknya Hanura ke kabinet Jokowi-Ma'ruf.
Sebelumnya suara kekecewaan juga sempat dilontarkan salah satu politikus Hanura, Gede Pasek Suardika. Ia mengingatkan bahwa partainya menyandang status sebagai pengusung Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019.
Pernyataan itu diutarakan menyusul dipilihnya kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Surya Tjandra dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Angela Tanoesoedibjo menduduki jabatan wakil menteri.
Ungkapan kekecewaan juga disampaikan Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah. Ia menyebut komposisi kabinet yang terbentuk menandakan Jokowi menilai perkawanan berdasarkan perolehan suara semata.
Seperti diketahui, pada kabinet Joko Widodo periode kedua ini, kader Partai Hanura sama sekali tak mendapat jatah kursi menteri. Terbaru, dalam pelantikan 12 Wamen pada Jumat (25/10) juga tak ada satu pun kader dari Hanura.
Dari 12 nama terdapat kader dari partai pendukung Jokowi-Ma'ruf di antaranya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yakni Surya Tjandra dan Angela Tanoesoedibjo dari Perindo. Kedua partai tersebut diketahui sebagai bagian dari Parpol pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. (ika/ain)